Sinode
GKPB
NEWS
Sinode GKPB
Gereja Kristen Protestan di Bali
Jl. Raya Kapal No 20, Kapal - Mengwi - Mangupura - Bali
Telp: (0361) 2747624 / 4425362 | Fax: (0361) 4424862 | Email: sinode.gkpb@gmail.com
Ayat Mas Harian
25 Sep 2018
(Kejadian 28:15)
Tuhan berkata kepada Yakub: Aku tidak akan meninggalkan engkau, melainkan tetap melakukan apa yang Kujanjikan kepadamu.
Kunjungan ke Bangladesh

Peringatan ulang tahun Association of Christian Institutes for Social Concern in Asia (ACISCA) yang ke 45 tahun bertempat di Bangladesh. Acara ini berlangsung selama 3 hari 27 – 29 Nopember 2015. Adapun tema yang dipilih adalah : “Seeking an Eco-justified Sustainable Asian Society”.
Kunjungan kali ini Ketua Sinode GKPB (Bishop Dr. Ketut Waspada) turut mengajak beberapa sekdep di lingkungan GKPB dimana Pdt. Wayan Damayan, S.Th., M.Si merupakan salah satu anggota dari ACISCA. Bishop juga memberikan beberapa hal untuk ACISCA antara lain :

  1. Fokus program satu tahun ke depan
Untuk satu ke depan perlu dibuat program khusu untuk penguatan organisasi. Mungkin perlu melibatkan orang-orang expert dalam manajemen organisasi.
  1. Membangun relationship
Hubungan yang harmonis antar anggota ACISCA dan kerjasama dengan lembaga-lembaga gerejawi seperti OIKOSNET, CCA, WCC perlu diperkuat lagi.
  1. Perlunya transparasi dan accountability
Sebuah lembaga sosial tidak akan bisa berfungsi jika orang curiga atau tidak mempercayainya. Agar orang percaya maka transparasi dan accountability adalah sebuah keharusan.
  1. Kesatuan hati di antara pengurus
Jika antara anggota pengurus tidak sehati, maka lembaga itu juga tidak dapat berfungsi dengan baik. Ketidaksehatian itu akan menambah kecurigaan orang dan lembaga itu sendir akan semakin tidak dipercaya.
  1. Mengusahakan sumber dana yang baru
Dalam soal keuangan kita tidak bisa hanya mengandalkan membership fee karena banyak lembaga kita yang kemampuan keuangannya lemah. Jika sumber keuangan itu hanya mengharapkan membership fee, maka ACISCA tidak akan bisa maju.
  1. Merubah paradigma mentalitas
Kita harus merubah mental kita dari beggar mentality (hanya mau mendapat tanpa bersedia memberi) mejadi giver mentality (lebih suka memberi dari pada menerima). Kalau kita tidak siap untuk memberi maka organisasi kita tidak akan berkembang.
  1. Peace and forgiveness
Harus ada rekonsiliasi antara semua anggota. Kesalahan di masa lalu sebaiknya dikubur / dilupakan dan mulai dengan yang baru diman ada suasana damai. Tanpa itu keadaan kita akan semakin buruk dan akan hancur.

kamis, 10 Dec 2015 | Oleh: admin sinode