Sinode
GKPB
RENUNGAN
Sinode GKPB
Jl. Raya Kapal No 20, Kapal - Mengwi - Mangupura - Bali
Telp: (0361) 2747624 / 4425362 | Fax: (0361) 4424862 | Email: sinode.gkpb@gmail.com
Ayat Mas Harian
16 Aug 2018
(Yesaya 48: 17)
Akulah TUHAN, Allahmu, yang mengajar engkau tentang apa yang memberi faedah, yang menuntun engkau di jalan yang harus kautempuh.
RENUNGAN HARIAN

Nats 1: Keluaran 32:31, 32
Mereka telah membuat allah emas bagi mereka. Tetapi sekarang, kiranya Engkau mengampuni dosa mereka itu .

Nats 2: Kisah Para Rasul 19:26
Apa yang dibuat oleh tangan manusia bukanlah dewa.

Bacaan Alkitab: Efesus 1:15-23; Ibrani 9:11-15

Kebanggaan Penuh Kehampaan

Leo adalah seekor singa jantan yang disegani di hutan rimba. Karena statusnya sebagai sang Raja Rimba, Leo bisa mendapatkan apa saja. Seluruh hewan yang menghuni hutan begitu hormat dan takut pada Leo yang gagah perkasa. Pada suatu hari, Leo berjalan-jalan keliling hutan dengan gaya berjalannya yang tegap. Di sebuah sudut hutan, ia berjumpa dengan seekor orangutan yang sedang duduk di atas dahan pohon. Leo bertanya: “Wahai orangutan, siapakah yang paling perkasa di hutan ini?” Dengan sikap yang hormat, orangutan menjawab: “Engkaulah yang paling perkasa, wahai Leo yang agung. Engkau tiada bandingnya.” Mendengar jawaban itu, bukan main senangnya hati Leo. Ia pun kembali berkeliling hutan. Di sebuah sungai, ia menjumpai seekor kuda nil. Pertanyaan yang sama ia ajukan, dan jawaban yang sama kembali ia dapatkan. Begitu pula dengan hewan-hewan lainnya. Semuanya amat mengakui keperkasaan Leo. Ini membuat Leo semakin angkuh dan sombong. Ia begitu bangga dengan kekuasaan dan kehebatannya.

Akhirnya sampailah Leo di sebuah padang rumput yang terhampar luas. Di tempat yang begitu asing itu, ia berjumpa dengan sekelompok hewan bertubuh besar dengan hidung panjang, taring yang mencuat, dan suaranya yang memekakkan telinga. Mereka adalah para gajah yang sedang minum bersama. Sejenak Leo takjub dengan hewan yang belum pernah dilihatnya itu. Tapi ia tak gentar. Bagaimanapun ia adalah sang Raja Rimba dan tak satupun hewan yang tak mengakui kegagahannya. Dengan raungan yang lantang, Leo pun menuntut pengakuan dari para gajah itu. Apa yang terjadi? Para gajah itu justru mengamuk dan menginjak-injak Leo sampai mati.

Saudaraku, tidakkah hal yang sama juga acapkali kita lihat pada diri manusia? Bahkan di era yang disebut “age of man” ini, manusia dengan segala kebanggaan dan kehebatannya merasa berhak untuk mengeksploitasi dunia yang ia diami, bahkan merasa berhak menjadi dewa bagi dirinya sendiri. Manusia tidak memahami bahwa segenap kebanggaan yang ada pada dirinya sesungguhnya bisa  diubahkan oleh Tuhan menjadi sebuah kekosongan dalam waktu sekejap. Jika demikian, apa lagi yang bisa dibanggakan manusia? Tidak ada! Oleh karena itu, ingatlah pada jati diri kita yang hanyalah debu dan abu. Kita menjadi terhormat karena Tuhanlah yang memahkotai kita dengan kemuliaan. Mari kita sadari posisi kita yang berada jauh di bawah Tuhan Yang Mahadigdaya itu. Puji dan hormat hanya bagi Dia, bukan bagi kita.

Doa : Ya Tuhan, kuat dan hebatku tidaklah bisa menggantikan posisi-Mu dalam hidupku. Biarlah Engkau semakin besar, sedangkan aku semakin kecil. Amin.
kamis, 15 May 2018 | Oleh: AW