Sinode
GKPB
RENUNGAN
Sinode GKPB
Gereja Kristen Protestan di Bali
Jl. Raya Kapal No 20, Kapal - Mengwi - Mangupura - Bali
Telp: (0361) 2747624 / 4425362 | Fax: (0361) 4424862 | Email: sinode.gkpb@gmail.com
Ayat Mas Harian
21 Oct 2018
RENUNGAN HARIAN

Nats 1: Yeremia 9: 23-24
Beginilah firman TUHAN: Janganlah orang bijaksana bermegah karena kebijaksanaannya, janganlah orang kuat bermegah karena kekuatannya, janganlah orang kaya bermegah karena kekayaannya, tetapi siapa yang mau bermegah, baiklah bermegah karena yang berikut: bahwa ia memahami dan mengenal Aku.

Nats 2: Galatia 6: 3-4
Kalau seorang menyangka, bahwa ia berarti, padahal ia sama sekali tidak berarti, ia menipu dirinya sendiri. Baiklah tiap-tiap orang menguji pekerjaannya sendiri.

Bacaan Alkitab: Matius 8: 14-17; Wahyu 1: 1-8

Semua Karena AnugerahNya

Bukan Kar’na Kelebihanmu,Bukan Kar’na Baik Rupamu
Bukan Kar’na Kecakapanmu, Kau Dipanggil, Kau Dipakai-Nya
Bila Engkau Dapat Itu Karena-Nya, Bila Engkau Punya Semua Daripada-Nya

Sepenggal pujian yang hendak mengingatkan bahwa apapun yang kita miliki bukanlah karena kehebatan kita. Segala yang kita miliki, entah itu kepandaian, harta, kekayaan, kesehatan, dan lain  sebagainya boleh ada karena anugerah Tuhan semata. Kelemahan kita sebagai manusia adalah ketika semakin banyak memiliki sesuatu, maka cenderung akan melupakan Tuhan yang telah memberikan itu semua, dan menganggap semua karena usaha diri sendiri.

Firman Allah yang disampaikan oleh Nabi Yeremia ke tengah-tengah bangsa Yehuda adalah peringatan agar tidak menggunakan kebijaksanaan, kekuatan dan kekayaan menjadi sebuah kesombongan. Banyak orang yang pintar, bermegah karena kebijaksanaannya. Mereka menganggap diri lebih pandai daripada orang lain. Padahal sejatinya kepandaian itu pun datangnya dari Tuhan. Maka Tuhan Allah
berfirman agar manusia tidak bermegah dengan apa yang mereka miliki (Yeremia 9 :23). Melainkan kebijaksanaan, kekuatan dan kekayaan yang mereka miliki harus dipergunakan untuk kemuliaan Tuhan. Hal serupa juga disampaikan oleh Rasul Paulus kepada jemaat di Galatia. Orang Kristen Yahudi merasa bahwa diri mereka lebih baik dan taat pada Taurat dibandingkan orang Kristen non-Yahudi. Sehingga terjadilah perselisihan dan tentu ini mengancam kesatuan jemaat. Oleh sebab itu Paulus mengingatkan bahwa “Kalau seorang menyangka, bahwa ia berarti, padahal ia sama sekali tidak berarti, ia menipu dirinya sendiri.”

Kesuksesan dan kekayaan yang kita miliki di dunia ini hanyalah sementara dan sebentar bisa lenyap.Apa yang bisa kita banggakan? Siapakah kita ini sehingga harus bermegah dalam kekuatan, kepandaian dan kekayaan kita? Hari ini kita diingatkan bahwa hidup kita sangat ditentukan oleh kuasa Tuhan semata. Diluar Tuhan, kita tidak bisa berbuat apa-apa. Maka jangan pernah menjadi sombong jika saat ini kita memiliki kelebihan dibandingkan orang lain. Semua itu adalah pemberian dan anugerah Tuhan, jadi pakailah anugerah itu untuk kemuliaan namaNya.

Doa : Tuhan, tolong kami agar tidak mudah memegahkan diri. Melainkan mengaku dengan kerendahan hati bahwa semua yang kami miliki adalah karena AnugerahMu. Amin
kamis, 08 Oct 2018 | Oleh: AS