Sinode
GKPB
RENUNGAN
Sinode GKPB
Gereja Kristen Protestan di Bali
Jl. Raya Kapal No 20, Kapal - Mengwi - Mangupura - Bali
Telp: (0361) 2747624 / 4425362 | Fax: (0361) 4424862 | Email: sinode.gkpb@gmail.com
Ayat Mas Harian
21 Oct 2018
RENUNGAN HARIAN

Nats 1: Mazmur 95:2-3
Biarlah kita menghadap wajah-Nya dengan nyanyian syukur, bersorak-sorak bagi-Nya dengan nyanyian mazmur. Sebab TUHAN adalah Allah yang besar.

Nats 2: Roma 15:5-6
Allah, yang adalah sumber ketekunan dan penghiburan, mengaruniakan kerukunan kepada kamu, sesuai dengan kehendak Kristus Yesus, sehingga dengan satu hati dan satu suara kamu memuliakan Allah dan Bapa Tuhan kita, Yesus Kristus.

Bacaan Alkitab: Kisah Para Rasul 14: 8-18; Wahyu 2: 1-7

Dengan Segenap Hati

Pada suatu hari, seorang bapak pergi ke gereja bersama dengan keluarganya. Sepanjang perjalanan pulang ke rumah, bapak itu mulai mengeluh. Ia berkata: “Aduh tadi di gereja, musiknya terlalu keras. Penyanyinya tidak kedengaran. Khotbahnya panjang sekali. Warta jemaatnya juga banyak. Belum lagi gedungnya.....dan bla bla bla”. Ia terus mengomel tentang apa yang dijumpainya di gereja. Kisah ini mewakili orangorang yang melihat ibadah sebagai sebuah pertunjukan. Mereka melihat dirinya sebagai suporter dalam kebaktian gereja. Kalau begitu pertanyannya: Mengapa kita datang beribadah di gereja? Untuk siapa kita datang tiap minggu ke gereja?

Mazmur 95 berbicara tentang undangan Allah bagi umatNya untuk beribadah. Pemazmur mengajak umat untuk memuji dan menyembah Allah disertai dengan hati yang taat kepadaNya. Dengan kata lain, pujian dan penyembahan yang dilakukan tidak hanya di mulut saja, tetapi lebih dari itu, dengan segenap hati. Mengapa umat harus bersorak-sorai dan menyembah kepada Allah? Karena keselamatan hanya pada Dia yang menciptakan segala sesuatu. Hal serupa disampaikan oleh Rasul Paulus kepada jemaat di Roma. Yesus menghendaki kerukunan terjadi di antara muridmurid dan orang-orang yang mengikut Dia. Sehingga dalam kerukunan itulah umat dapat senantiasa memuliakan Allah. Tanpa kerukunan, ibadah akan menjadi sia sia. Jemaat tidak dapat duduk dengan tenang jika masih ada kemarahan, dendam, curiga, hidup dalam suasana permusuhan. Bahkan mungkin sampai ada yang enggan pergi beribadah karena berselisih dengan jemaat lainnya.

Gereja yang sehat adalah gereja yang jemaatnya hidup dalam kerukunan satu sama lain. Di mana seluruh anggota jemaat bersatu hati untuk beribadah, hidup dalam persekutuan yang erat dan bersama-sama memuliakan Allah. Memuliakan Tuhan berarti mengakui kemuliaan Tuhan diatas segalanya dan itu terpancar dari seluruh keberadaan kita: sikap, tutur kata, pikiran, dan tindakan. Sehingga kita tidak
cukup hanya belajar teknik memuji Tuhan dengan nyanyian dan alat musik, tetapi bagaimana memiliki sikap hati yang memuliakan Tuhan dalam kehidupan dari hari ke hari. Memuliakan Tuhan bukan hanya dengan bibir, tetapi jauh lebih penting adalah dengan segenap hati.

Doa : Kami mau hidup untuk terus memuliakan namaMu, melalui sikap, tutur kata, dan pikiran kami. Amin.
kamis, 08 Oct 2018 | Oleh: AS