Sinode
GKPB
RENUNGAN
Sinode GKPB
Gereja Kristen Protestan di Bali
Jl. Raya Kapal No 20, Kapal - Mengwi - Mangupura - Bali
Telp: (0361) 2747624 / 4425362 | Fax: (0361) 4424862 | Email: sinode.gkpb@gmail.com
Ayat Mas Harian
15 Nov 2018
(Mazmur 28: 8)
TUHAN adalah kekuatan umat-Nya.
RENUNGAN HARIAN

Nats 1: 1 Raja-raja 8: 57
Kiranya TUHAN, Allah kita, menyertai kita sebagaimana Ia telah menyertai nenek moyang kita.

Nats 2: Ibrani 6: 12 (BIS)
Supaya kalian hidup seperti orang-orang yang menerima apa yang dijanjikan Allah, karena percaya kepada-Nya dan karena menunggu dengan sabar

Bacaan Alkitab: 1 Korintus 3: 16-23; Wahyu 20: 7-10

Sabar, Tuhan Menyertaimu!

Ada sebuah ungkapan yang dikenal luas di masyarakat, “Kesabaran ada batasnya”. Ungkapan tersebut memang benar. Siapapun kita, kesabaran kita pasti ada batasnya bahkan bagi orang yang dikenal paling sabar sekalipun. Kesabaran bukan saja mencakup pengelolaan emosi dan pikiran kita, tetapi juga menyangkut kesabaran dalam mengikut Tuhan. Kesabaran dalam mengikut Tuhan inilah yang seringkali menjadi kunci untuk kita bisa sabar dalam hal-hal yang lain.

Sabar dalam mengukuti Tuhan tidaklah semudah diucapkan atau ditulis. Jalan dan rancangan Tuhan seringkali diluar keinginan dan pikiran kita. Tidak jarang kita merasa kecewa ketika Tuhan mengijinkan dan melakukan hal-hal yang jauh dari harapan kita. Khususnya dalam masalah dan pergumulan kita. Kita tentu tidak pernah berharap masalah dan pergumulan ada dalam hidup kita. Namun, masalah dan pergumulan itu bisa hadir kapan saja dalam hidup kita tanpa diundang. Kalau sudah demikian, sebagai  manusia biasa yang lemah kita pasti ingin masalah dan pergumulan itu cepat berlalu. Keinginan seperti itu bisa pahami. Namun, sebagai orang percaya hari ini kita diingatkan bahwa kalau kita ingin menerima janji-janji Tuhan, maka kita harus percaya kepada Tuhan dan sabar menantikan Tuhan berkarya dalam hidup kita (Ibrani 6:12). Kepercayaan dan kesabaran itulah yang menjadi faktor penting bagi kita untuk menerima semua yang dijanjikan Tuhan kepada kita. Kepercayaan dan kesabaran dalam mengikut Tuhan mungkin terjadi karena Tuhan selalu menyertai umatNya. Sebagaimana doa Salomo ketika penahbisan Bait Suci, “kiranya TUHAN, Allah kita, menyertai kita sebagaimana Ia telah menyertai nenek moyang kita”, biarlah juga menjadi keyakinan kita. Percaya dan sabar memang tidak serta-merta melenyapkan semua masalah dan pergumulan kita dengan segera. Meskipun demikian, dengan percaya dan bersabar kita akan mampu menjalani dan melewati setiap badai pergumulan hidup kita. Betapa pentingnya kita untuk percaya dan bersabar dalam mengikuti Tuhan.

Tuhan telah menyertai perjalanan kehidupan kita dari masa lampau sampai pada saat ini. Kalau kita menoleh ke belakang, kita dapat melihat ada banyak hal-hal yang rasanya tidak mungkin kita mampu lewati tanpa penyertaan Tuhan. Oleh karena itu, apapun masalah dan pergumulan yang kita hadapi, ingatlah bahwa Tuhan menyertai kita sehingga kita bisa tetap percaya dan menunggu dengan sabar waktu Tuhan menggenapi semuanya. Sabarlah, Tuhan menyertaimu!

Doa : Tuhan, kami mau belajar untuk percaya dan bersabar dalam menjalani setiap pergumulan dalam hidup kami, karena kami percaya Engkau menyertai kami. Amin
Sabtu, 05 Nov 2018 | Oleh: IRHB