Sinode
GKPB
RENUNGAN
Sinode GKPB
Gereja Kristen Protestan di Bali
Jl. Raya Kapal No 20, Kapal - Mengwi - Mangupura - Bali
Telp: (0361) 2747624 / 4425362 | Fax: (0361) 4424862 | Email: sinode.gkpb@gmail.com
Ayat Mas Harian
19 Dec 2018
RENUNGAN HARIAN

Nats 1: Ayub 42: 5-6
Ayub berkata kepada Tuhan: Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau. Oleh sebab itu aku mencabut perkataanku dan dengan menyesal aku duduk dalam debu dan abu.

Nats 2: Matius 26: 75
Teringatlah Petrus akan apa yang dikatakan Yesus kepadanya: “Sebelum ayam berkokok, engkau telah menyangkal Aku tiga kali.” Lalu ia pergi ke luar dan menangis dengan sedihnya.

Bacaan Alkitab: Habakuk 2: 1-4; Yesaya 12: 1-6

Firman Tuhan Yang Hidup

Sudah jatuh tertimpa tangga, mendapat kesusahan/ musibah secara bertubi-tubi. Itulah pribahasa yang cocok untuk mengungkapkan keadaan Ayub. Namun, melalui semua penderitaan yang ia alami, keimanan Ayub dimurnikan sampai akhirnya ia menemukan pengenalan pribadi dan semakin menyadari akan kuasa Allah. Ayub berkata kepada Tuhan: “Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau. Oleh sebab itu aku mencabut perkataanku dan dengan menyesal aku duduk dalam debu dan abu.” Allah sanggup melakukan segala sesuatu, bukan lagi hanya sebatas kalimat pengajaran yang harus diimani dan dipegang oleh Ayub. Namun, itu suatu kebenaran yang telah terbukti baginya.

Teringatlah Petrus akan apa yang dikatakan Yesus kepadanya: “Sebelum ayam berkokok, engkau telah menyangkal Aku tiga kali.” Lalu ia pergi ke luar dan menangis dengan sedihnya. Kesedihan Petrus bisa jadi karena rasa malu dan kecewa pada dirinya sendiri. Sebelum ia menyangkal Yesus, dengan tegas ia mengatakan kepada Yesus: “Sekalipun aku harus mati bersama-sama Engkau, aku takkan menyangkal Engkau.” (Mat. 26: 35) Petrus mencoba menyangkal perkataan Yesus, berusaha membuktikan apa yang dikatakan Yesus tidak akan terjadi. Namun, tanpa ia sadari, ia telah menghujat Tuhan. Dan Petrus pun sadar apa yang dikatakan Tuhan itulah yang terjadi.

Saat Tuhan berkata bahwa Ia telah menebus dosa anda dan saya maka itulah yang terjadi. Ketika Tuhan Yesus berkata: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku (Yoh. 14 : 6).” Inilah kebenaran yang terjadi. Tidak ada gunanya membantah, membelokkan, memanipulasi firman Tuhan, karena apa yang difirmankan Tuhan sudah, sedang
dan akan terjadi. Marilah kita bersukacita, karena kita memiliki kebenaran, firman Tuhan yang hidup.

Doa : Jika masih ada keraguan kami akan firmanMu, ampunilah kami ya Tuhan. Amin.
kamis, 04 Dec 2018 | Oleh: DS