Sinode
GKPB
RENUNGAN
Sinode GKPB
Gereja Kristen Protestan di Bali
Jl. Raya Kapal No 20, Kapal - Mengwi - Mangupura - Bali
Telp: (0361) 2747624 / 4425362 | Fax: (0361) 4424862 | Email: sinode.gkpb@gmail.com
Ayat Mas Harian
22 Jan 2019
RENUNGAN HARIAN

Nats 1: Yesaya 54: 8
Dalam murka yang meluap Aku telah menyembunyikan wajah-Ku terhadap engkau sesaat lamanya, tetapi dalam kasih setia abadi Aku telah (mau) mengasihani engkau, firman TUHAN, Penebusmu.

Nats 2: Roma 2: 4
Tidakkah engkau tahu, bahwa maksud kemurahan Allah ialah menuntun engkau kepada pertobatan?

Bacaan Alkitab: Matius 3: 13-17; Roma 12: 1-8; Mazmur 71

Kasih Yang Mendatangkan Berkat Dan Sukacita

Di tahun yang baru ini setiap harapan ingin kita raih dengan tujuannya untuk mendatangkan sukacita. Namun bagaimana jika sukacita belum kita dapatkan? Apakah kita dipenuhi dengan kemarahan atau kita tidak akan pernah mampu berbuat kasih karena ketidak terimaan kita akan apa yang kita dapatkan. Tentu ini dapat menimbulkan amarah yang meledak-ledak dan kebencian amat dalam jika
yang kita harapkan tidak kunjung tiba. Sikap yang demikian akan memenuhi jiwa kehidupan kita yang tentunya merugikan diri sendiri. Keadaan yang buruk dibuat semakin buruk memberi dampak yang buruk pula. Patutkah kita frustasi akan apa yang seharusnya kita harapkan namun tak kunjung tiba? Jawabannya jelas tidak.

Yesaya 54 memperlihatkan akan perjanjian Tuhan dengan bangsa Israel di perbaharui kembali. Pasca kepulangan bangsa Israel dari pembuangan di Babel selama 70 tahun nampaknya mereka masih merasakan sebuah penderitaan. Harapan sukacita yang seharusnya mereka idamkan namun tak kunjunga tiba. Mereka malah merasakan kuatir akan keturunan mereka sebagai ahli waris sudah berkurang dan takut ditinggalkan Tuhan dengan membuang bangsa Israel itu terjadi lagi yang ke 2 kali. Dalam pembaharuan janji ini Tuhan memberi semangat kepada mereka dan menjanjikan pemulihan, yaitu keadaan yang baru akan mendatangkan berkat dan sukacita. Tuhan akan menyembunyikan amarahNya tetapi memberikan kasih setia abadi yang tujuannya mengasihi mereka. Inilah kesempatan kita bahwa Tuhan memiliki kasih yang abadi meski Ia ada dalam amarah atau kebencian atas umatNya yang tidak setia. Namun Tuhan tetap mengasihi kita dan memberikan berkat serta
sukacita kepada kita.

Topangan Tuhan lewat kemurahannya menuntun kita dalam pertobatan. Ini yang seharusnya kita lakukan disaat harapan sukacita kita tak kunjung datang, apakah ada yang salah dalam diri kita kepada Tuhan? Mengakulah setiap kesalahan kita dan mintalah pengampunan kepada Tuhan. Karena kita dipimpin oleh Roh Allah yang dimana kita ini anak Tuhan. Apa yang seharusnya dilakukan sebagai anak
Tuhan adalah dengan tidak menyia-nyiakan kasih Tuhan yang abadi itu. Mari kita mewujudkan sukacita itu dengan mengacu kasih Tuhan yang abadi. Kasih Tuhan yang tak pernah pudar

Doa : Tuhan berikan kami sukacita dan berkat senantiasa. Amin
kamis, 08 Jan 2019 | Oleh: KBW