Sinode
GKPB
RENUNGAN
Sinode GKPB
Gereja Kristen Protestan di Bali
Jl. Raya Kapal No 20, Kapal - Mengwi - Mangupura - Bali
Telp: (0361) 2747624 / 4425362 | Fax: (0361) 4424862 | Email: sinode.gkpb@gmail.com
Ayat Mas Harian
23 Jul 2019
RENUNGAN HARIAN

Nats 1: Yesaya 28: 29 (BIS)
Semua rencana TUHAN bijaksana dan selalu berhasil.

Nats 2: Matius 21: 42
Kata Yesus kepada mereka: “Belum pernahkah kamu baca dalam Kitab Suci: Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru?

Bacaan Alkitab: Kejadian 1: 20-23; 2 Samuel 12: 1-25

Kebijaksanaan Ilahi

Dalam sebuah KKR yang pernah saya hadiri, sang pengkhotbah menyampaikan bahwa Tuhan itu ternyata punya satu “hobi” yang belum tentu dimiliki atau bahkan disenangi manusia. Hobi apakah itu? Tuhan Allah kita ternyata punya hobi untuk meninggikan yang rendah dan merendahkan yang tinggi, juga mendahulukan yang terbelakang serta mengutamakan yang terkecil. “Hobi” ini tentu sangat
bertolak belakang dengan pemahaman manusia yang cenderung gemar mengejar keutamaan dalam segala sesuatu. Bagaimana mungkin seseorang dianggap sebagai yang terdepan apabila ia tidak kuat, tidak berkuasa, ataupun tidak kaya? Di sinilah kita perlu memahami bagaimana cara kerja kebijaksanaan Ilahi dalam hidup kita.

Alkitab memberi kesaksian bahwa kebijaksanaan Tuhan itu melampaui segala akal pikiran kita sebagai manusia. Segala rencana-Nya begitu dalam; sungguh tak terduga dan tak terselami, namun semuanya mendatangkan kebaikan bagi umat kepunyaan-Nya. Batu yang terbuang sekalipun dapat dijadikan-Nya batu penjuru yang kokoh seturut kehendak-Nya. Persoalannya adalah bagaimana mungkin hal seperti ini masuk di akal manusia? Pertanyaan ini sebenarnya bisa kembali diuji dengan pertanyaan lainnya: “Haruskah pekerjaan Tuhan itu masuk di akal kita?”

Saudaraku, bersukacitalah jika saudara berpandangan bahwa karya Tuhan itu tidak masuk akal, karena segala sesuatu yang masuk akal menurut ukuran manusia belum tentu datangnya dari Tuhan. Segala kebijaksanaan, hikmat, dan rencana Tuhan tidak harus selalu masuk akal dan tidak harus selalu ada alasannya. Tetapi satu prinsip iman yang selalu harus kita pegang teguh adalah semua yang
dirancangkan-Nya pasti berhasil dan pasti mendatangkan kebaikan bagi umat-Nya. Tuhan sendiri telah mendemonstrasikan kebijaksanaan-Nya tatkala Ia menunjukkan keberpihakan kepada yang lemah dan terabaikan. Maka, tugas kita sebagai umat Tuhan bukanlah mempertanyakan kebijaksanaan-Nya dan bukan pula semata-mata mengejar kemapanan pribadi yang sementara sifatnya. Dengan berpedoman pada kebijaksanaan-Nya yang luhur, kita justru ditantang untuk mengecilkan diri kita agar Tuhan sendirilah yang diagungkan. Kini tergugahkah saudara untuk meneladani kebijaksanaan-Nya?

Doa : -
kamis, 14 May 2019 | Oleh: AW