Sinode
GKPB
RENUNGAN
Sinode GKPB
Gereja Kristen Protestan di Bali
Jl. Raya Kapal No 20, Kapal - Mengwi - Mangupura - Bali
Telp: (0361) 2747624 / 4425362 | Fax: (0361) 4424862 | Email: sinode.gkpb@gmail.com
Ayat Mas Harian
23 Jul 2019
RENUNGAN HARIAN

Nats 1: Keluaran 19: 5
Tuhan berkata: jika kamu sungguh-sungguh mendengarkan firman- Ku dan berpegang pada perjanjian-Ku, maka kamu akan menjadi harta kesayangan-Ku sendiri dari antara segala bangsa, sebab Akulah yang empunya seluruh bumi.

Nats 2: 2 Timotius 1: 9
Dialah yang menyelamatkan kita dan memanggil kita dengan panggilan kudus, bukan berdasarkan perbuatan kita, melainkan berdasarkan maksud dan kasih karunia-Nya sendiri, yang telah dikaruniakan kepada kita dalam Kristus Yesus sebelum permulaan zaman.

Bacaan Alkitab: Galatia 3: 6-14; Yakobus 5: 7-12

Setialah, Setialah!

Ada sebuah ungkapan lama yang mengatakan bahwa janji adalah utang. Artinya,
sebuah perjanjian haruslah dilakukan dengan sungguh-sungguh oleh kedua
belah pihak. Apabila yang seorang sudah mengucapkan sebuah janji, tetapi tidak
ditepati, maka itu akan menjadi sebuah hutang yang terus akan diingat oleh yang
lainnya.

Demikian pula halnya dengan perjanjian Allah dengan umat pilihanNya. Allah
memilih Israel untuk menjadi bangsa yang hidup bukan menurut aturannya sendiri,
tetapi menurut aturan Allah. Bangsa yang akan dipakai Allah untuk menerangi
dunia yang gelap. Dengan kata lain, Israel menjadi harta kesayangan Allah. Alangkah
beruntungnya bangsa Israel, mendapatkan pemeliharaan, perlindungan dan berkat
yang terbaik dari Tuhan. Permasalahannya, apakah umat Israel mampu memenuhi
syarat untuk hidup sebagai umat perjanjian? Syaratnya adalah ”sungguh-sungguh
mendengarkan firman-Ku dan berpegang pada perjanjian-Ku” (ayat 5). Dengan
kata lain, umat perjanjian ini mesti berjanji setia dengan segenap hati untuk hidup
sebagai umat kepunyaan Allah. Kesetiaan ini juga ditawakan kepada Timotius.
Paulus dalam hal ini sangat mengenal Timotius yang pembawaannya sangat halus,
pemalu dan agak penakut. Ia masih sangat muda, tetapi diperhadapkan pada
tantangan pelayanan yang berat. Sehingga Paulus mengingatkan bahwa Tuhan
sendiri yang telah memilihnya dan pasti akan memberikan kekuatan kepadanya.
Paulus mengharapkan Timotius tidak menjadi takut dan kehilangan semangat untuk
melakukan tugas-tugas pelayanannya.

Kita semua adalah umat pilihan Allah. Allah telah memberikan diri-Nya dan juga
perjanjian kasih-Nya kepada kita. Jadi, apa respon kita? Bagaimanakah sikap kita
jika persoalan dan pergumulan hidup datang menghampiri? Apakah kita menjadi
kecewa dan marah kepadaNya? Berlari dan meninggalkanNya? Setialah, walaupun
kadang hal itu terasa berat untuk dilakukan. Ingatlah, bahwa Dia yang berkuasa
menyelamatkan kita. Dia juga yang berkuasa memelihara iman kita.

Doa : Tuhan, mampukan kami untuk tetap setia berpegang pada janjiMu, senantiasa mengingat bahwa hanya Engkaulah yang sanggup memelihara iman kami. Amin
kamis, 08 Jul 2019 | Oleh: AS