Sinode
GKPB
RENUNGAN
Sinode GKPB
Gereja Kristen Protestan di Bali
Jl. Raya Kapal No 20, Kapal - Mengwi - Mangupura - Bali
Telp: (0361) 2747624 / 4425362 | Fax: (0361) 4424862 | Email: sinode.gkpb@gmail.com
Ayat Mas Harian
21 Oct 2018
RENUNGAN HARIAN

Nats 1: Imamat 26:5
Kamu akan makan makananmu sampai kenyang dan diam di negerimu dengan aman tenteram.

Nats 2: Yohanes 10:10
Yesus berkata: Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.

Bacaan Alkitab: Yeremia 17: 13-17; Wahyu 1: 9-20

JanjiMu Seperti Fajar Pagi Hari

Kami ingin bukti, bukan janji!” Kita tentu sering mendengar seruan ini dilontarkan terhadap para pejabat pemerintahan hasil pilihan warga. Pada masa kampanye, mereka menebarkan berbagai janji untuk membujuk warga agar memilih mereka. Namun, setelah menduduki jabatan di pemerintah, mereka lalai untuk menepati janjijanji tersebut. Janji adalah hal yang mudah diungkapkan, namun pelaksanaannya tidaklah mudah. Seorang pemuda berjanji hendak menikahi seorang gadis, namun ternyata janji itu tidak ia tepati. Ia malah berpaling ke lain hati dan meninggalkan gadis itu. Janji
manusia seringkali berujung pada kekecewaan dan sakit hati.

Syukurlah Tuhan kita setia terhadap janjiNya. Salah satu buktinya adalah apa yang iungkapkan dalam Imamat 26. Allah telah menebus umat-Nya dari perbudakan di Mesir  dan menjanjikan berkat yang berlimpah. Demikian juga mereka akan aman dari para bangsa musuh yang mengintai. Inilah janji anugerah Allah bagi orang yang takut akan Dia. Dalam Yohanes 10, Yesus menjanjikan kehidupan yang sejati. Hidup yang dijanjikan Yesus bukanlah sekedar hidup yang biasa, melainkan hidup yang berkelimpahan. Siapa yang tidak ingin diberkati? Semua orang ingin agar usahanya diberkati Tuhan.
Dan janjinya untuk memberkati orang-orang yang dikasihiNya tidak pernah terlambat. Seperti pujian :
JanjiMu sperti fajar pagi hari, yang tiada pernah terlambat bersinar
CintaMu sperti sungai yg mengalir dan kutahu betapa dalam kasihMu
Satu-satunya pribadi yang selalu menepati janji adalah Tuhan Yesus. Tidak sekali-kali

Ia membiarkan kita menunggu dengan sia-sia. Ketika Tuhan berjanji untuk memberkati, maka Ia benar-benar akan mencurahkan berkatNya bagi kita. Kita adalah orang-orang yang dikasihi-Nya, yang senantiasa dijaga dan dipelihara. Anugerah hidup kekal diberikan kepada kita secara cuma-cuma, bukan karena kita cantik/ganteng, bukan karena kita orang baik, bukan karena kita telah berjasa melakukan sesuatu bagi Tuhan. Melainkan Anugerah itu diberikan karena belas kasihNya semata. Pertanyaannya kemudian, apakah yang membuat kita menjadi takut menghadapi masa depan? Bukankah Dia telah berjanji untuk menyertai kita sampai Kristus datang yang kedua kalinya? Manusia dapat mengingkari janjinya, namun Tuhan tidak pernah lalai menggenapi firmanNya.

Doa : Kami percaya janjiMu Ya dan Amin. KasihMu nyata dalam kehidupan kami.Ajari kami untuk tetap berpegang teguh pada janjiMu.Amin.
kamis, 08 Oct 2018 | Oleh: AS