Sinode
GKPB
NEWS
Sinode GKPB
Gereja Kristen Protestan di Bali
Jl. Raya Kapal No 20, Kapal - Mengwi - Mangupura - Bali
Telp: (0361) 4422726 / 4425117 | Email: sinode.gkpb@gmail.com
Memperkuat Jejaring Nasional Undhira: Sinergi Pendidikan, Gereja, dan Pemerintah di Mamasa dan Toraja

Perjalanan dinas ini dilaksanakan dalam rangka memperkuat jejaring kerja sama Universitas Dhyana Pura dengan berbagai pemangku kepentingan di wilayah Sulawesi Barat dan Sulawesi Selatan, khususnya dengan institusi gereja, pemerintah daerah, dan perguruan tinggi. Tim yang mengikuti kegiatan ini terdiri dari Sekretaris Yayasan Dhyana Pura Bapak Widodo Marmer, SE., M.M.A., Rektor Universitas Dhyana Pura Prof. Dr. I Gusti Bagus Rai Utama, SE., M.MA., MA., serta Wakil Rektor Bidang Pemasaran, Kemahasiswaan, dan Kerja Sama Universitas Dhyana Pura Dr. I Wayan Ruspendi Junaedi, SE., MA.

Perjalanan ini bertujuan untuk memperluas kolaborasi dalam bidang pendidikan, pengembangan sumber daya manusia, pengembangan destinasi pariwisata, serta penguatan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya Universitas Dhyana Pura untuk memperkuat jejaring nasional dengan berbagai lembaga strategis di Indonesia. Kabupaten Mamasa yang menjadi salah satu lokasi kegiatan merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Sulawesi Barat yang memiliki karakteristik geografis pegunungan dengan kekayaan budaya yang kuat. Wilayah ini dikenal sebagai salah satu daerah yang memiliki kedekatan budaya dengan Toraja. Masyarakat Mamasa sebagian besar bermata pencaharian di sektor pertanian, perkebunan, serta peternakan. Selain itu, Mamasa juga memiliki potensi wisata alam dan budaya yang sangat besar, seperti panorama pegunungan, rumah adat tradisional, serta berbagai ritual adat yang masih dijaga hingga saat ini. Potensi ini menjadikan Mamasa sebagai wilayah yang sangat strategis untuk pengembangan pendidikan, pemberdayaan masyarakat, dan pengembangan pariwisata berbasis budaya.

Pada tanggal 7 Maret 2026, tim Universitas Dhyana Pura melakukan pertemuan dengan Pengurus Sinode Gereja Toraja Mamasa (GTM). Pertemuan ini berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan semangat kerja sama. Dalam kesempatan tersebut, kedua belah pihak berdiskusi mengenai berbagai peluang kolaborasi dalam bidang pendidikan, pemberdayaan jemaat, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia di wilayah Mamasa. Universitas Dhyana Pura memaparkan profil institusi, berbagai program studi yang dimiliki, serta pengalaman dalam pengembangan pendidikan tinggi dan pengabdian kepada masyarakat. Pihak Sinode GTM menyambut baik inisiatif kerja sama tersebut karena dinilai dapat memberikan kontribusi positif bagi peningkatan kualitas pendidikan bagi masyarakat Mamasa.

Kegiatan dilanjutkan pada tanggal 8 Maret 2026 dengan menghadiri kebaktian di Gereja Toraja Mamasa (GTM) Mamasa Kota. Kehadiran tim Universitas Dhyana Pura dalam kegiatan ibadah tersebut menjadi kesempatan yang baik untuk memperkenalkan Universitas Dhyana Pura kepada jemaat dan masyarakat luas. Setelah kegiatan ibadah selesai, dilakukan sosialisasi mengenai Universitas Dhyana Pura yang disampaikan oleh Rektor Universitas Dhyana Pura, Prof. Dr. I Gusti Bagus Rai Utama. Dalam sosialisasi tersebut disampaikan mengenai visi dan misi universitas, berbagai program studi unggulan, peluang pendidikan bagi generasi muda, serta komitmen universitas dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter. Antusiasme jemaat terlihat dari berbagai pertanyaan dan diskusi yang muncul terkait peluang studi dan kerja sama pendidikan.

Pada tanggal 9 Maret 2026, agenda kegiatan dilanjutkan dengan pertemuan bersama Bupati Mamasa. Pertemuan ini merupakan bagian dari penjajakan kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Mamasa dengan Universitas Dhyana Pura. Dalam diskusi tersebut dibahas beberapa peluang kerja sama strategis, antara lain pendampingan dalam rencana pembentukan Universitas Mamasa, kerja sama dalam peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta peluang kerja sama terkait pengiriman tenaga migran yang terampil dan memiliki kompetensi yang memadai. Universitas Dhyana Pura menyampaikan kesiapannya untuk memberikan dukungan akademik, pendampingan kelembagaan, serta berbagi pengalaman dalam pengelolaan perguruan tinggi.

Setelah pertemuan dengan Bupati Mamasa, kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan ke Kantor Sinode Gereja Toraja Mamasa. Pada kesempatan ini dilaksanakan penandatanganan kerja sama antara Sinode Gereja Toraja Mamasa dan Universitas Dhyana Pura. Penandatanganan kerja sama tersebut menjadi tonggak penting dalam membangun sinergi antara lembaga pendidikan tinggi dan lembaga keagamaan dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan, pemberdayaan masyarakat, serta pengembangan sumber daya manusia. Kerja sama ini diharapkan dapat membuka peluang bagi berbagai program bersama, seperti pelatihan, pendidikan lanjutan, penelitian, serta kegiatan pengabdian kepada masyarakat.

Pada tanggal 10 Maret 2026, tim melanjutkan perjalanan menuju Kabupaten Toraja Utara. Perjalanan ini menjadi bagian dari agenda lanjutan untuk memperluas kerja sama dengan pemerintah daerah dan perguruan tinggi di wilayah Toraja. Wilayah Toraja Utara dikenal sebagai salah satu destinasi wisata budaya yang sangat terkenal di Indonesia bahkan di dunia internasional. Kekayaan budaya, tradisi, serta lanskap alam yang unik menjadikan Toraja Utara sebagai salah satu ikon pariwisata Sulawesi Selatan.

Agenda penting dilaksanakan pada tanggal 11 Maret 2026 dengan penandatanganan kerja sama antara Pemerintah Daerah Kabupaten Toraja Utara dan Universitas Dhyana Pura. Kerja sama ini difokuskan pada pengembangan destinasi pariwisata serta implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Dalam kesempatan tersebut dibahas berbagai peluang kolaborasi dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia di sektor pariwisata, serta pengembangan riset dan inovasi yang dapat mendukung pembangunan daerah. Pemerintah Kabupaten Toraja Utara menyambut baik kerja sama ini karena dinilai dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan pariwisata daerah yang lebih berkualitas dan berkelanjutan.

Selanjutnya pada tanggal 12 Maret 2026 dilaksanakan penandatanganan kerja sama antara Universitas Kristen Toraja dan Universitas Dhyana Pura. Kegiatan ini diawali dengan pelaksanaan kuliah umum yang dihadiri oleh pimpinan universitas, dosen, serta mahasiswa. Pada kesempatan tersebut, Rektor Universitas Dhyana Pura Prof. Dr. I Gusti Bagus Rai Utama menyampaikan kuliah umum dengan tema “Pemanfaatan Artificial Intelligence untuk Pengembangan Destinasi Wisata Berkualitas”. Dalam pemaparannya dijelaskan bagaimana teknologi kecerdasan buatan dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas pengelolaan destinasi wisata, analisis perilaku wisatawan, pengembangan pemasaran digital, serta pengambilan keputusan berbasis data dalam pengelolaan pariwisata.

Selain itu, Wakil Rektor Bidang Pemasaran, Kemahasiswaan, dan Kerja Sama Universitas Dhyana Pura, Dr. I Wayan Ruspendi Junaedi, juga menyampaikan kuliah umum mengenai kewirausahaan. Materi yang disampaikan menekankan pentingnya pengembangan jiwa kewirausahaan bagi generasi muda, khususnya mahasiswa, agar mampu menciptakan peluang usaha yang inovatif dan berkelanjutan. Kuliah umum ini mendapat respon yang sangat positif dari peserta karena memberikan wawasan baru mengenai peluang pemanfaatan teknologi dan kewirausahaan dalam pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Setelah kegiatan di Universitas Kristen Toraja selesai, tim Universitas Dhyana Pura melanjutkan kunjungan ke Kantor Sinode Gereja Toraja. Pertemuan dengan pengurus sinode berlangsung hingga sore hari dan diisi dengan diskusi mengenai peluang kerja sama di bidang pendidikan, pemberdayaan masyarakat, serta pengembangan program-program pelatihan yang dapat memberikan manfaat bagi jemaat dan masyarakat luas.

Secara keseluruhan, perjalanan dinas ini menghasilkan berbagai capaian penting dalam bentuk penandatanganan kerja sama, penjajakan kolaborasi strategis, serta penguatan hubungan kelembagaan antara Universitas Dhyana Pura dengan berbagai mitra di wilayah Sulawesi Barat dan Sulawesi Selatan. Kerja sama yang terjalin diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi pelaksanaan berbagai program bersama yang memberikan manfaat bagi pengembangan pendidikan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pengembangan pariwisata yang berkelanjutan.

Melalui kegiatan ini, Universitas Dhyana Pura juga semakin memperkuat perannya sebagai institusi pendidikan tinggi yang aktif membangun jejaring nasional dan berkontribusi dalam pembangunan masyarakat melalui pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Kinerja program studi di Universitas Dhyana Pura secara umum menunjukkan mutu yang sangat baik, tercermin dari dominasi peringkat “Baik Sekali” serta capaian “Terakreditasi Unggul” pada beberapa program strategis, khususnya di bidang kesehatan dan informasi kesehatan. Program Studi Manajemen Informasi Kesehatan (D-IV atau Sarjana Terapan) menjadi salah satu ikon dengan status “Terakreditasi Unggul”, didukung sederet prodi kesehatan lain seperti Fisioterapi (S1 dan Profesi), Ilmu Gizi, Kesehatan Masyarakat, serta Perekam dan Informasi Kesehatan yang berperingkat “Baik Sekali”.

Bidang bisnis dan pariwisata (Manajemen S1 dan S2, Akuntansi, Manajemen Pemasaran D-III) juga dominan berstatus “Baik Sekali”, mencerminkan tata kelola akademik yang kokoh dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Di rumpun sains dan teknologi, Sistem Informasi, Teknik Informatika, dan Biologi berperingkat “Baik Sekali”, menunjukkan kesiapan Undhira merespons tuntutan era digital.

Beberapa prodi seperti Psikologi, Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, PGPAUD, serta Sastra Inggris masih berada pada level “Baik” atau “B”, namun seluruh akreditasi berstatus masih berlaku dan memberi ruang penguatan menuju peringkat lebih tinggi. Program Studi Kedokteran berstatus “Terakreditasi Pertama”, menandai keberhasilan awal pembukaan prodi strategis baru. Seluruh prodi memiliki masa berlaku akreditasi hingga 2027–2030, menunjukkan kepatuhan dan kedisiplinan dalam pengelolaan mutu berkelanjutan (AGS).

Oleh: Prof. Dr. I Gusti Bagus Rai Utama, SE., M.MA., MA

Selasa, 17 Mar 2026 | Oleh: admin sinode