Tour Go Green - Mengakhiri polusi plastik #beatplasticpolution
Persekutuan Wanita Dian Kristawati (PWDK) Gereja Kristen Protestan di Bali (GKPB) kembali memperkuat komitmennya dalam pelestarian lingkungan melalui kegiatan “Tour Go Green” yang sukses digelar pada Sabtu, 14 Juni 2025, di Banjar Melaya Pantai, Melaya. Kegiatan ini merupakan lanjutan dari aksi tebar benih ikan yang telah dilakukan sebelumnya di berbagai wilayah Bali, sebagai bagian dari upaya menjaga kelestarian alam dan mengurangi polusi plastik dengan tema Mengakhiri Polusi Plastik #BeatPlasticPollution.
Tour Go Green ini terselenggara berkat kerja sama erat antara PWDK GKPB dengan Yayasan Maha Bhoga Marga (MBM), sebuah yayasan nirlaba yang bergerak dalam pemberdayaan masyarakat pedesaan dan pelestarian lingkungan di Bali. Yayasan MBM, yang sejak tahun 1982 menjadi bagian dari pelayanan sosial GKPB, memiliki visi “Bumi Sehat, Sejahtera, Bermartabat dan Tangguh” dan misi mendampingi serta memberdayakan masyarakat miskin dan rentan sambil memulihkan alam dan lingkungan. Kehadiran MBM dalam kegiatan ini menegaskan sinergi antara pelayanan iman dan aksi nyata sosial-ekologis yang berkelanjutan.
Persiapan Tour Go Green diawali dengan survei lokasi di Melaya pada Sabtu, 31 Mei 2025, yang dilakukan bersama Yayasan Maha Bhoga Marga untuk menentukan titik-titik strategis aksi pengurangan sampah plastik dan penanaman mangrove di pesisir. Selanjutnya, pada Minggu, 1 Juni 2025, Pengurus Pusat PWDK mengadakan Zoom meeting koordinasi dan persiapan teknis agar pelaksanaan kegiatan berjalan lancar dan terorganisir dengan baik.
Pada hari pelaksanaan, Sabtu, 14 Juni 2025, sebanyak 204 peserta hadir dan aktif berpartisipasi dalam rangkaian kegiatan yang sangat beragam dan penuh semangat. Selain aksi pengurangan sampah plastik, peserta juga mengikuti lomba membersihkan pesisir pantai yang berlangsung di beberapa titik strategis di Banjar Melaya Pantai. Lomba ini menjadi ajang edukasi sekaligus kompetisi sehat untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan pesisir.
Selain itu, kegiatan menanam bakau (mangrove) dilakukan secara bergiliran di beberapa wilayah pesisir Melaya. Penanaman bakau ini bertujuan memperkuat ekosistem pesisir yang rentan terhadap abrasi dan polusi, sekaligus menjadi habitat penting bagi berbagai jenis biota laut. Seluruh peserta menunjukkan antusiasme tinggi dalam mengikuti kegiatan menanam bakau dan lomba bersih-bersih pantai, yang tidak hanya mempererat kebersamaan tetapi juga menumbuhkan rasa tanggung jawab terhadap lingkungan.
Ketua Panitia, Ibu Maria Utami, menyampaikan rasa syukur atas partisipasi aktif seluruh peserta yang datang dari berbagai komunitas dan kelompok masyarakat. Ia menekankan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata pelayanan Kristen yang mengedepankan kasih dan tanggung jawab menjaga ciptaan Tuhan. Ketua Pengurus Pusat PWDK, Ibu Kade Rai Darmini, juga menegaskan bahwa Tour Go Green adalah implementasi iman yang mengajak seluruh anggota dan masyarakat untuk menjaga bumi sebagai anugerah Tuhan yang harus dirawat bersama.
Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari pemerintah desa setempat dan masyarakat lokal, yang bersama-sama menyambut gerakan pelestarian lingkungan ini. Tour Go Green tidak hanya menjadi momentum peringatan Hari Kartini dan Hari Bumi, tetapi juga langkah strategis dalam membangun kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga lingkungan hidup demi masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan.
Secara keseluruhan, rangkaian kegiatan tebar benih ikan dan Tour Go Green yang dilaksanakan PWDK GKPB bersama Yayasan Maha Bhoga Marga menunjukkan sinergi pelayanan yang kuat dan komitmen tinggi dalam menjaga kelestarian lingkungan di Bali. Dengan partisipasi aktif lebih dari 200 peserta dan dukungan berbagai pihak, PWDK GKPB terus berupaya menjadi teladan dalam pengelolaan lingkungan yang berlandaskan iman dan kasih Kristus, demi bumi yang lestari dan kehidupan yang harmonis bagi seluruh makhluk ciptaan Tuhan.
Selasa, 15 Jul 2025 | Oleh: admin sinode