Sinode
GKPB
RENUNGAN
Sinode GKPB
Gereja Kristen Protestan di Bali
Jl. Raya Kapal No 20, Kapal - Mengwi - Mangupura - Bali
Telp: (0361) 4422726 / 4425117 | Email: sinode.gkpb@gmail.com
RENUNGAN HARIAN

Nats 1: Imamat 19:17
Janganlah engkau membenci saudaramu di dalam hatimu, tetapi engkau harus berterus terang menegor orang sesamamu dan janganlah engkau mendatangkan dosa kepada dirimu karena dia.

Nats 2: 1 Tesalonika 5:14
Tegorlah mereka yang hidup dengan tidak tertib, hiburlah mereka yang tawar hati, belalah mereka yang lemah, sabarlah terhadap semua orang.

Bacaan Alkitab: Lukas 17:20-24(25-30); Roma 14:7-9; Mazmur 110

Teguran Sebagai Tanda Kasih

Semua manusia yang hidup di dunia ini tidak ada yang sempurna. Fakta ini tidak dapat dibantah oleh siapapun juga. Oleh karena itu, sudah sewajarnya jika dalam kehidupan ini sebagai sesama manusia kita perlu untuk saling menegur yang bertujuan untuk membangun bukan menghancurkan. Namun, kehidupan masa kini yang semakin menganggap privasi seseorang menjadi hal yang sangat penting sampai-sampai muncul anggapan bahwa kesalahan apapun yang dibuat seseorang itu adalah haknya untuk memilih melakukan perbuatan tersebut. Toh, orang itu yang akan menanggung konsekuensinya. Demikianlah pemahaman yang berkembang dalam benak banyak orang. Pemahaman seperti ini telah sedikit banyak mengakibatkan kita menjadi enggan untuk saling menegur satu sama lain.

Kedua bacaan kita hari ini dengan jelas mendorong kita untuk menegur sesama kita yang melakukan kesalahan atau hidup dengan tidak tertib. Mengapa hal itu perlu dilakukan? Sebab apabila kita tidak berterus terang untuk mengungkapkan kebenaran kepada mereka yang melakukan kesalahan, maka kita bisa menjadi berdosa karena menyimpan sesuatu yang tidak baik dalam hati kita. Lalu bagaimana jika kita sudah menegur tetapi tidak ada atau belum ada perubahan terjadi pada sesama yang kita tegur tersebut? Hal itu tidak perlu kita pikirkan terlalu keras. Perubahan seseorang bukan tugas kita. Hal itu menjadi tanggungjawab orang yang bersangkutan dan Tuhan. Tugas kita adalah untuk berterus terang dalam menegur mereka yang berbuat kesalahan dan hidup tidak benar.

Hal penting yang perlu kita perhatikan adalah motivasi dibalik teguran tersebut. Apakah motivasinya untuk membangun dan demi kebaikan mereka yang kita tegur? Apakah dasarnya adalah kasih, bukan kebencian maupun amarah? Jika ya, maka sepatutnya kita berani untuk menegur. Namun, jika sebaliknya, maka kita perlu untuk memikirkan ulang dasar dan motivasi kita sebelum menegur sesama kita. Sebab teguran adalah salah satu bukti kasih kita kepada sesama. Teguran dapat membantu sesama kita untuk tidak masuk ke dalam jurang yang dalam.

Doa : Bapa, mampukan kami untuk mau saling menegur satu sama lain di dalam kasihMu, ketika ada diantara kami yang hidup tidak benar dan tidak tertib. Amin
kamis, 09 Nov 2017 | Oleh: IRHB