Nats 1: Yesaya 9:1
Bangsa yang berjalan di dalam kegelapan telah melihat terang yang besar; mereka yang diam di negeri kekelaman, atasnya terang telah bersinar.Nats 2: Titus 2:14
Yesus Kristus telah menyerahkan diri-Nya bagi kita untuk membebaskan kita dari segala kejahatan dan untuk menguduskan bagi diri-Nya suatu umat, kepunyaan-Nya sendiri, yang rajin berbuat baik.Bacaan Alkitab: Markus 13:1-8; Yehezkiel 47:1-12
Rajin Berbuat Baik
Pernah ada seorang yang bercerita tentang keinginannya untuk dapat berbuat baik lebih banyak lagi dari sebelumnya. Orang tersebut ingin rajin berbuat kebaikan sebanyak mungkin yang dapat dia lakukan. Namun, orang itu seringkali merasa sangat sulit untuk dapat ‘rajin’ berbuat baik. Disatu sisi ingin rajin berbuat baik, namun di sisi lainnya ada kesulitan yang besar dapat mewujudkan keinginan itu. Pergulatan iman seperti ini nampaknya dialami oleh banyak orang, khususnya mereka yang benarbenar ingin melakukan perbuatan baik dalam hidup mereka. Pertanyaannya adalah mungkinkah kita dapat rajin atau suka berbuat baik? Apalagi di tengah kehidupan yang semakin penuh kompetisi dan intrik-intrik yang negatif ini. Masih mungkinkah kita, orang yang lemah ini bisa rajin berbuat baik? Kedua bacaan kita hari ini dapat memberi jawaban dari pertanyaan tersebut.
Apabila kita ditanyakan pertanyaan, apa sebenarnya tujuan dari Yesus Kristus datang ke dunia dan mati di kayu salib? Sebagian besar dari kita pasti akan menjawab untuk menebus dan menyelamatkan kita. Ya, itu memang benar. Kita semua setuju dan percaya akan hal tersebut. Namun yang terkadang terlupakan adalah bahwa tujuan Yesus Kristus menyerahkan diriNya bukan saja hanya demi kehidupan kekal bagi setiap orang percaya kepadaNya, tetapi juga untuk membebaskan mereka dari kejahatan sehingga mampu rajin melakukan perbuatan baik (Titus 2:14). Hal ini sejalan dengan nubuatan Yesaya tentang karya Allah yang akan menyelamatkan bangsa yang berjalan dalam kegelapan atau kejahatan. Terang Tuhan akan menjadi nyata (terbit) atas mereka yang dalam perbudakan dosa (kekelaman). Sehingga dengan demikian, mereka akan menjadi orang yang kudus bagi Tuhan untuk mengerjakan hal-hal baik yang sudah Ia persiapkan sebelumnya (Lih. Efesus 2:10)
Anugerah dalam Yesus Kristus menjadikan kita tidak lagi berada dalam kegelapan. Artinya kita tidak lagi berada di bawah kuasa dosa, tetapi di bawah kasih karunia. Anugerah itu juga membawa kita kepada terangNya untuk memampukan kita melakukan perbuatan-perbuatan baik yang Dia kehendaki. Oleh karena itu, baiklah kita percaya bahwa kita sudah ada di dalam terang Tuhan dan telah menjadi umat kepunyaanNya sendiri supaya kita bisa rajin berbuat baik. Kita memang tidak memiliki kemampuan dalam diri kita untuk rajin berbuat baik. Tetapi di dalam anugerah Tuhan Yesus Kristus, kita akan dimampukan untuk rajin berbuat baik. Sebab dengan demikian akan lebih banyak lagi orang yang dapat mengalami kasih Tuhan.
Doa : Terima kasih Tuhan karena Engkau telah membebaskan saya dari kegelapan dan kejahatan. Ingatkan selalu, bahwa di dalam anugerahMu saya dimampukan untuk dapat rajin berbuat baik. Amin
Jumat, 13 Nov 2017 | Oleh: IRHB